Kembali
Vocasia.id - Microservices

Vocasia.id - Microservices

2025

Versi microservices dari vocasia.id, dibangun menggunakan Java Spring Boot, React JS dan Kubernetes

Latar Belakang

Vocasia.id dibangun menggunakan arsitektur monolitik dan di-deploy di single instance server. Pada jam-jam khusus, performa sering mengalami penurunan yang disebabkan oleh banyaknya user yang mengakses sistem secara bersamaan dan kapasitas server yang terbatas.

Fokus Penelitian

Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang arsitektur Vocasia.id menjadi microservices dengan menggunakan Java Spring Boot dan React JS. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi performa aplikasi dan biaya arsitektur microservices dibandingkan dengan arsitektur monolitik.

Hasil

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa arsitektur microservices dengan Kubernetes (tentu) lebih unggul secara performa, namun membutuhkan biaya dan kompleksitas operasional yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan arsitektur monolitik.

Keputusan Bisnis

Meskipun arsitektur microservices terbukti lebih unggul, namun biaya dan kompleksitasnya belum sebanding dengan keuntungan yang didapat. Sehingga, secara bisnis arsitektur monolitik masih lebih unggul.

Stack

Backend dibangun menggunakan Java Spring Boot, RabbitMQ sebagai message broker, Spring API Gateway sebagai api gateway, Midtrans sebagai payment gateway, React JS untuk frontend, MongoDB untuk database, dan docker untuk containerisasi. Deployment dilakukan menggunakan Docker, Kubernetes (dengan Helm Chart), dan di deploy di Google Cloud.

Teknologi

JavaSpring BootRabbitMQSpring API GatewayMidtransReact JSMongoDBDockerKubernetesHelm ChartGoogle Cloud
EN